Kiat Sukses Menjadi Entrepreneur Bagi Orang Biasa (32)
By M. Suyanto, STMIK AMIKOM Yogyakarta
Salah satu strategi
yang dipakai perguruan tinggi kecil agar dikenal di masyarakat adalah
mengikuti berbagai pertandingan baik dalam bidang yang perguruan tinggi
itu unggul atau bidang lainnya. STMIK AMIKOM Yogyakarta menggunakan strategi
ini, mengikuti berbagai kejuaraan yang berkaitan dengan bidang
teknologi informasi dan komunikasi maupun yang tidak ada kaitannya
dengan dengan bidang teknologi informasi dan komunikasi.
Perguruan tinggi kecil biasanya mempunyai mahasiswan yang secara intelektual realtif di bawah perguruan tinggi besar, tetapi di antara sebagian kecil dari mereka kalau kita dapat memotivasi, mereka juga dapat bersaing dengan mahasiswa di perguruan tinggi besar. Setelah mahasiswa itu terpilih secara alami, kemudian diikutkan lomba. Di samping mahasiswa, dosen juga kita motivasi untuk menghasilkan karya professional. Karya professional dosen juga kita fasilitasi untuk mendapat penghargaan. Dari tempat lomba satu ke tempat lomba lain yang kita peroleh adalah kekalahan, bukan kemenangan, karena kita sebuah perguruan tinggi kecil yang belum berpengalaman dan belum banyak dikenal. Kekalahan demi kekalahan itulah yang membuat kita mendapatkan pengalaman yang sangat berharga, yang dapat kita pakai sebagai pelajaran dan memberikan kesempatan kepada kita untuk memperbaiki diri. Kita dapat belajar dari apa yang diinginkan dewan yuri agar memperoleh penghargaan dan juga dapat belajar dari para pemenangnya. Akhirnya kita dapat mengetahui kekuatan peruruan tinggi besar yang setahap demi setahap kita contoh dan kelemahan perguruan tinggi besar yang menjadikan peluang bagi kita.
Demikian pula pada perusahaan,
kita dapat belajar dari perusahaan pemimpin pasar dari segi kekuatan dan
kelemahannya. Kekuatan perusahaan besar atau perusahaan pemimpin pasar
merupakan ancaman bagi perusahaan kecil, tetapi dapat kita pakai sebagai
pelajaran untuk kita contoh. Sehebat-hebat perusahaan besar tidak ada
yang sempurna, pasti punya kelemahan. dan kelemahan perusahaan besar
tersebut sebagai peluang untuk dapat dimanfaatkan perusahaan kecil agar
dapat bersaing dengan perusahaan besar tersebut.
Perjalanan yang panjang untuk memperoleh penghargaan harus dilalui, tidak seperti membalik telapak tangan saja, instan. Setelah
sepuluh tahun, mulai menunjukkan hasil, meskipun kita dari perguruan
tinggi yang biasa direndahkan. Alumni dan sekaligus dosen kita
memenangkan Techscape Anniversary Web Contest 2004 for
Situs Gratisan.com dan juga Oto Web Contest Sumitomo Corporation 2006.
Pada 2006, banyak penghargaan diperoleh, 2 penghargaan dari Asia Pacific
Economic Cooperation Digital Opportunity Center sebagai The Best
E-Practice, 2 penghargaan Merit dari Indonesia ICT Award yang akhirnya
mewakili Indonesia pada Asia Pacific Information and Communication
Technology di Macau. Pada 2008, juara pertama penelitian terintegrasi
bidang ICT Depkominfo, Runner Up penelitian LIPI, pemenang 100 Inovasi
Top Indonesia, finalis TELKOM SMART Campus dan Nominasi Urbanimation
International Festival. Memetik hasi yang luar biasa, pada 2009 dengan
penghargaan Platinum (juara pertama) dan penghargaan Digitalpreneur
Incubation dalam TELKOM SMART Campus, pemenang Indonesia ICT Award untuk
student project dan pemenang Merit untuk film animasi serta dua
nominasi bidang Research and Development dan Open Source yang akhirnya
mewakili Indonesia kembali untuk bertarung di Australia. Sebagian besar
prestasi kita dimuat di berbagai media cetak maupun elektronik, baik
lokal maupun nasional dan termasuk pemberitaan online. Itulah salah satu
strategi perguruan tinggi kecil untuk melambungkan citranya.sumber:http://msuyanto.com/baru/?p=2040
Tidak ada komentar:
Posting Komentar